Rabu, 13 Agustus 2014

Surat Untuk Ayah

Ayah, saat tulisan ini kau baca mungkin aku sudah lulus dari perguruan tinggi atau aku sudah diambil oleh pria yang meminangku atau aku sudah menjadi ibu dari cucumu atau bahkan ayah tidak akan pernah membaca tulisan ini karena ayah mungkin sudah tak lagi tertarik dengan dunia maya.


Ayah, hari ini tepat ayah bertambah usia dan aku tidak ada di rumah bersama ayah. Maaf aku harus disini, menggantikan tugasmu untuk melindungi bagian dari keluarga kita yah. Suatu saat ayah pasti mengerti mengapa aku selalu meninggalkan rumah. Usia 53 tahun bukanlah usia yang muda dan bukan juga tua bagiku yah. Namun, saat ini, kenyataan yang ada di hadapan kita semua adalah usia tubuh ayah bahkan sudah jauh lebih tua dari usia ayah. Kami mengerti. Sifat tangguh dan gila kerja sekarang sudah mulai berubah dan menjelma menjadi malas karena sakit yang menggerogoti tubuh ayah. Sifat sabar yang membuat kami anak-anakmu tak pernah merasakan amarahmu sejak kecil perlahan berubah menjadi mudah gelisah dan penuh emosi ketika perintah otak ayah tidak sinkron dengan yang dihasilkan anggota tubuh. 


Ayah, kekuatan tubuhmu memudar, kesabaranmu berkurang, semangatmu timbul tenggelam tapi satu yang tak pernah berubah adalah perhatianmu kepada kami. Sejak dulu, baik sehat maupun sekarang saat sakit, selalu ayah yang akan panik ketika aku pulang dalam keadaan mengeluh sakit. Selalu ayah yang akan secara implisit menyemangati aku yang merengek tak ingin pergi merantau.


Ayah, cepat sembuh dan kembali normal, kemudian ayah akan aku ajak ke tempat dimana kita akan bangga bersama atas segala pencapaianku selama ini. Aku akan selalu berusaha, yah.
Selamat Ulang Tahun, Ayah. Tetaplah sehat untuk mendampingiku melalui segala hal dan menuai keberhasilan, semoga kesehatan dan kebaikan selalu menyertai ayah.


ditulis pada hari Rabu, 13 Agustus 2014 di Perumahan Griya Satria Purwokerto. Back sound First Love - Utada Hikaru. I remember to love, you taught me how....  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar