Rabu, 13 Agustus 2014

Surat Untuk Ayah

Ayah, saat tulisan ini kau baca mungkin aku sudah lulus dari perguruan tinggi atau aku sudah diambil oleh pria yang meminangku atau aku sudah menjadi ibu dari cucumu atau bahkan ayah tidak akan pernah membaca tulisan ini karena ayah mungkin sudah tak lagi tertarik dengan dunia maya.


Ayah, hari ini tepat ayah bertambah usia dan aku tidak ada di rumah bersama ayah. Maaf aku harus disini, menggantikan tugasmu untuk melindungi bagian dari keluarga kita yah. Suatu saat ayah pasti mengerti mengapa aku selalu meninggalkan rumah. Usia 53 tahun bukanlah usia yang muda dan bukan juga tua bagiku yah. Namun, saat ini, kenyataan yang ada di hadapan kita semua adalah usia tubuh ayah bahkan sudah jauh lebih tua dari usia ayah. Kami mengerti. Sifat tangguh dan gila kerja sekarang sudah mulai berubah dan menjelma menjadi malas karena sakit yang menggerogoti tubuh ayah. Sifat sabar yang membuat kami anak-anakmu tak pernah merasakan amarahmu sejak kecil perlahan berubah menjadi mudah gelisah dan penuh emosi ketika perintah otak ayah tidak sinkron dengan yang dihasilkan anggota tubuh. 


Ayah, kekuatan tubuhmu memudar, kesabaranmu berkurang, semangatmu timbul tenggelam tapi satu yang tak pernah berubah adalah perhatianmu kepada kami. Sejak dulu, baik sehat maupun sekarang saat sakit, selalu ayah yang akan panik ketika aku pulang dalam keadaan mengeluh sakit. Selalu ayah yang akan secara implisit menyemangati aku yang merengek tak ingin pergi merantau.


Ayah, cepat sembuh dan kembali normal, kemudian ayah akan aku ajak ke tempat dimana kita akan bangga bersama atas segala pencapaianku selama ini. Aku akan selalu berusaha, yah.
Selamat Ulang Tahun, Ayah. Tetaplah sehat untuk mendampingiku melalui segala hal dan menuai keberhasilan, semoga kesehatan dan kebaikan selalu menyertai ayah.


ditulis pada hari Rabu, 13 Agustus 2014 di Perumahan Griya Satria Purwokerto. Back sound First Love - Utada Hikaru. I remember to love, you taught me how....  

Rabu, 06 Agustus 2014

Dongeng Masa Kecilku

Aku adalah anak kedua di keluargaku dan bisa dibilang dekat dan hobi bertukar cerita atau sekedar mendengarkan dongeng orang tuaku tentang masa lalu maupun kehidupan. Sejarah memang selalu menarik, bukan? Kecuai jika dijadikan untuk ujian di sekolah. 

Salah satu topik cerita masa lalu yang menarik tentu saja tentang masa kecilku. Bagaimana aku saat di kandungan, bagaimana aku dilahirkan, dan bagaimana orang tuaku saat itu memiliki aku. Kisah ini biasa aku dengar melalui ibuku yang kupanggil mamah dan nenekku yang kupanggil ibu. Mamah bilang aku ditiupkan ruh saat takbir malam Idul Adha dikumandangkan, saat takbir berbunyi mamah merasakan perutnya seperti ada tendangan di umur kandungan ke empat bulan, janin yang religi kan kan hihi. Katanya juga aku termasuk anak yang menyusahkan saat di kandungan karena mules-mules pertanda kelahiran sudah muncul saat usia kandungan 9 bulan, mamah sudah berada di rumah sakit lama dan aku tak kunjung keluar yang akhirnya mengharuskan mamah disuntik anestesi hingga dua kali karena sudah tak kuat lagi, dan ketika mamah lemas gak lagi 'ngeden' tiba-tiba aku keluar dengan sendirinya. Masih bayi udah hobi ngerjain orang tua kata mamah bahkan sampai sekarang nyusahinnya hahaha. Oh iya, setiap kehamilannya mamah selalu rajin membaca surat-surat dalam Al Quran loh biar anaknya sesuai yang diharapkan. Sewaktu hamil kakakku, beliau rajin membaca surat Maryam biar anaknya perempuan dan cantik seperti Maryam, waktu adikku yang pertama beliau membaca surat Nurbuat karena kebetulan sedang sakit gigi katanya sih biar sembuh, waktu adikku yang kedua beliau membaca surat Yusuf biar pas udah lahir banyak yang suka sama dia, banyak amat ya anaknya? Ya, aku empat bersaudara. Gak pengen tau pas aku di dalam kandungan dibacain apa? Penasaran kaaann? Kasih tau gak yaaa... *minta dirukyah* Yap pas aku tanya jawabannya adalah.... Surat Yasin! 

What? Apa? Yasin? Itu kan buat orang meninggal mah :( itu reaksi pertama pas aku masih bloon (sekarang juga masih deg). Mamah bilang dari pertama hamil aku sampai aku dalam gendongan, selalu dibacain surat Yasin setiap sholat lima waktu dan setelah lahir orang-orang yang gendong aku juga bacain surat Yasin. Jadi, mamah gak pengen aku keluar cantik? Gak pengen aku disukain banyak orang gitu? Jawabannya mamah dan keluarga saat itu berdoa sungguh-sungguh biar dapet bayi laki-laki jadi gak kepikiran deh baca surat-surat biar cantik dan disukai hiks sedih kan keluarnya malah cewek setengah-setengah begini :( tapi yang lebih pasti lagi jawaban faedah dari surat itu adalah kehidupanku saat ini yang alhamdulillah luar biasa beruntung dan sedikit kemampuan aneh yang sempat membuatku ketakutan dan aku hindari hingga saat ini. Beberapa orang bilang aku ini indigo saat kecil, tapi aku gak percaya dan gak ingin memperkuat kemampuan tersebut. Percaya deh, syereeem banget ngeliat kejadian yang belum tentu kejadian dan liat temen kita dari dimensi lain itu. *buru-buru tobat nasuha*

Masih bayi udah photogenic :))

Cerita lain datang dari kakakku, dia bilang saat aku lahir wajahku bukan seperti bayi perempuan melainkan mirip bayi lelaki yang pipinya mendominasi wajah, ya aku memang lahir dengan tubuh yang besar dan kemudian menyusut saat tumbuh besar hingga sekarang badanku hanyalah butiran debu. Aku tumbuh menjadi balita yang nakal, tak jarang kakakku emosi dan muak punya adik sepertiku. Aku merusak koleksi stiker kakakku, aku sering menghilangkan barang kakakku dan sering mengambil tanpa izin. Jarak usia kami hanya tiga tahun dan bertengkar adalah hobi kami. Pernah suatu ketika kakakku ingin bermain rujak-rujakan dan menyuruhku memanjat pohon belimbing tetangga yang sangat tinggi dan batangnya nyaris lurus dengan cabang hanya sedikit, waktu itu usiaku bahkan belum ada lima tahun. Sialnya si empunya pohon keluar rumah dan kakakku buru-buru kabur dan meninggalkanku di atas pohon. Sedih. Kampret. Durhaka. *dendam* Untung aku ini sudah cerdik sejak dini, saat si empunya bilang 'Siapa itu!' aku jawab 'meong' terus selamet deh si empunya itu masuk rumah dan aku turun dengan anggunnya :)))

Cerita lain dari nenekku adalah aku tumbuh saat terjadi kerusuhan tahun 98. Loh? Apa hubungannya?! Jadi, waktu itu usiaku baru lima tahun dan wajahku sangat oriental sampai tetangga menyebutku dengan panggilan 'Osin. Nah pas tahun 98 itu warga Indonesia lagi benci-bencinya sama etnis china karena kasus saat itu. Pagar rumah didatangi warga-warga yang membawa obor karena dikira keluargaku menyembunyikan anak cina, padahal aku kan Jawa aseli cuma mirip aja agak sipit. Suatu ketika, aku yang sedang dijaga ketat dari dunia luar oleh keluarga, kabur dan membuat seisi rumah panik karena takut aku ditemukan para pendemo dan dibawa kabur. Semua panik, iya panik nyari ke seluruh penjuru dunia. *lebay* Dan..... Tarraaammm... Aku ditemukan di depan warung lagi minta permen. Hina sekali masa kecilku ini. :')

Alhamdulillah akur :))

Meskipun masa kecilku ternyata gak sekalem yang aku pikirkan karena agak-agak lupa, tapi aku suka mendengar kisahku dari orang rumah. Mamah pernah bilang "Mamah perhatiin dari kecil, anak mamah yang gampang disukain orang itu kamu sama Fira. Cuma bedanya, Fira disukain karena sopan dan baik sama orang, kalau kamu tanpa kamu usaha biar disukain banyak yang perhatian sama kamu, kamunya aja terlalu cuek, makanya sekarang hargain orang yang perhatian sama kamu." Really? Yang bener? Ya kalo pesona emang gak bisa boong sih hahaha. Bener emang kata mamah, aku emang gak pernah sadar kalo ada yang perhatian sampai orang itu bicara secara gamblang, bahkan temen-temen cowokku bilang aku cewek paling gak peka sedunia. Bukan gak peka sih, lebih ke gak mau ge-er berlebihan sebelum pasti. Bukan cuma mamah, kakakku juga sering sebel dan berkata "Setiap jalan sama kamu pasti jadi perhatian umum, diliatin orang-orang." Dan akunya sendiri gak sadar dan gak ngerasa hehe yang penting kan aku gak aneh-aneh di tempat umum. Mas pacar juga bilang "Pacar mas selalu diliatin orang." Mungkin dia pikir mereka liatin karena suka, tapi aku pribadi mikir mungkin hari itu aku berpakaian aneh, atau wajahku susah dicerna atau aku kayak gembel yang kalau pergi jarang banget perhatiin penampilan.

Tapi dari ucapan yang dibilang mamah itu, aku jadi mikir. Banyak yang suka bukan berarti gak ada yang gak suka kan? Justru malah bisa jadi makin banyak yang gak suka. Hidup ini kan adil, seimbang, yin yang. Malah justru aku lebih ngerasa banyak yang gak suka aku ketimbang sadar banyak yang suka aku.Ya, karena perasaan tidak suka itu lebih kentara ketimbang suka kan ya? 


Tulisan ini dibuat saat bete jaga rumah dan pacar lagi nobar Juventus.

Rumah, 6 Agustus 2014, habis bayar kuliah saat paceklik.

Kamis, 24 April 2014

Bagaimana Aturan Penggunaan USG Bagi Bidan

Kata USG pasti sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat khususnya bagi para ibu hamil. Ya, USG merupakan kepanjangan dari Ultrasonography yaitu alat yang prinsip dasarnya menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang tidak dapat didengar oleh telinga kita. Dengan alat USG ini sekarang pemeriksaan organ-organ tubuh dapat dilakukan dengan aman (tidak ada Efek radiasi). Sehingga jika digunakan untuk pemeriksaan kehamilan aman bagi si bayi. USG biasanya digunakan oleh dokter namun itupun tidak sembarang dokter bisa menggunakan sebelum ia mendapatkan pelatihan dan ilmu mengenai penyakit dalam dan USG. Baru-baru ini kemudian banyak bidan yang melangkah lebih maju dengan menggunakan USG dalam praktiknya. Kemudian muncul pro dan kontra mengenai izin bagi bidan untuk menggunakan USG. Dari survey saya, beberapa bidan di daerah dan di puskesmas menjawab mereka tidak berani menggunakan USG bukan karena tidak bisa melainkan takut tidak diperbolehkan karena izinnya belum jelas.

Salah satu standar kompetensi yang harus dimiliki bidan adalah mampu mengembangkan diri dengan mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi terkini. Berikut adalah dasar-dasar yang dapat dijadikan rujukan untuk standar kompetensi dan melihat kebolehan bidan dalam penggunaan USG :

- Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 230/Menkes/SK/2010 tentang kurikulum
- Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1796 tahun 2011 tentang sertifikasi tenaga kesehatan
- Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1464/Menkes/X/2010 tentang izin dan penyelenggaraan praktik bidan
- International Confideration of Midwives , Essential Competencies for Basic Midwifery Practices, 2011
- Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan
- Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 828/Menkes/SK/IX/2008 tentang standar pelayanan minimal bidang kesehatan di kabupaten/kota
- Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. 1 tahun 2008 tentang jabatan fungsional bidan
- Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 938 tahun 2007 tentang standar asuhan kebidanan
- Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 369/Menkes/III/2007 tentang standar profesi bidan

Hasil kongres bidan tahun 2012 menyatakan bahwa bidan diperbolehkan menggunakan USG sesuai dengan batas-batas kompetensinya, hasil USG tidak boleh digunakan untuk mendiagnosa, hanya untuk memastikan posisi janin saja kurang lebihnya, dan dalam menggunakannya sangat dianjurkan bahkan harus bidan melakukan pelatihan, kursus, atau training USG  terlebih dahulu. USG yang boleh digunakan bidan hingga saat ini baru sampai USG 2 dimensi saja. Salah satu manfaatnya bagi bidan adalah efisiensi waktu, jika secara manual mengetahui posisi bayi dalam kandungan akan memakan waktu yang lebih lama bahkan bisa mecapai setengah jam per pasien dibandingkan dengan menggunakan USG, bayangkan jika sang bidan memiliki banyak pasien yang antri, dengan efisiensi waktu tersebut juga bidan dapat menerima pasien lebh banyak daripada sistem manual yang pastinya akan memperoleh keuntungan yang lebih dibanding jika manual dari segi finansialnya.

Saat ini saya lihat sudah terdapat beberapa jasa pelatihan USG Antenatal Care yang tersebar promosinya di dunia maya, salah satunya saya temukan sebuah penyedia jasa pelatihan USG Antenatal Care yang bersertifikat dengan fasilitas yang cukup sepadan dan baik yang saya rekomendasikan dan dapat ditemukan kontaknya secara lengkap di twitter dengan nama akun @MarrlynMedic , secara sekilas dapat kita telusuri dahulu dari tweet-tweet yang ada untuk mencari tahu dengan cara gratis via dunia maya. Kurang lebihnya hanya ini informasi yang dapat saya berikan dari hasil riset saya, semoga bermanfaat bagi dunia kesehatan :)

Sabtu, 06 Juli 2013

Kuliah? Jualan aja!

Dari tahun ke tahun persaingan di bursa tenaga kerja Indonesia semakin tinggi bahkan untuk seorang sarjana. Menjadi sarjana saja rasanya tidak cukup untuk masuk ke dalam bursa tenaga kerja Indonesia dengan tujuan memiliki standar kesejahteraan tinggi. Seorang fresh graduate atau sarjana yang baru saja lulus dengan indeks prestasi yang baik dan pengalaman berorganisasi baik pun belum menjamin diterima dalam bursa kerja dalam waktu yang relatif cepat, terlebih seorang lulusan sarjana dengan nilai terbatas. Ketika pekerjaan semakin sulit didapat namun kebutuhan semakin meningkat, maka salah satu inisiatif yang dapat diambil adalah menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
Kewirausahaan atau entrepreneuship merupakan suatu kegiatan yang di dalamnya tidak banyak dibutuhkan bakat atau keahlian khusus namun diperlukan latihan dan kemauan yang gigih juga pribadi yang ulet. Semakin lama berlatih maka semakin baik pula kemampuan seseorang dalam berwirausaha. Oleh karena itu sangat perlu menumbuhkembangkan jiwa entrepeneurship sejak dini. Seiring dengan kemajuan teknologi dan meningkatnya daya kreatifitas masyarakat Indonesia khususnya anak muda, banyak bermunculan usaha-usaha kecil yang bersifat terus-menerus dan berkelanjutan.
Untuk mendapatkan tambahan uang saku, banyak hal positif yang dapat dilakukan, salah satunya berwirausaha mulai dari kalangan kampus hingga ke luar kota. Peluang usaha di kalangan universitas atau kampus terbuka sangat lebar dikarenakan intensnya pertemuan antar mahasiswa di kampus yang saling memiliki kebutuhan, tinggal bagaimana kecerdikan pelaku usaha dalam memanfaatkan peluang yang ada. Usaha kecil di kalangan kampus tersebut sudah mulai banyak ditekuni oleh mahasiswa baik yang berasal dari keluarga berkecukupan maupun kurang mampu, alasannya sama yaitu untuk menambah uang saku dan membeli kebutuhan mereka. Hal ini sangat menarik karena memang selain belajar mengolah modal sejak bangku kuliah juga ada suatu kepuasan tersendiri ketika dapat menghasilkan uang sendiri.
Berawal dari usaha sampingan di kampus mahasiswa secara langsung maupun tidak belajar berinteraksi dengan orang lain dalam pemasaran sederhana dan juga belajar mengatur perputaran modal serta sedikit demi sedikit membentuk mental pengusaha. Beberapa contoh usaha sederhana yang dilakukan di area kampus antara lain berjualan pulsa, berjualan pakaian via internet atau online shop, pembuatan kaos atau jersey tim sepak bola, dan hal sederhana lainnya yang terlihat sepele namun dibutuhkan oleh kalangan mahasiswa.

Dari hal-hal kecil itu lah dapat dilihat bahwa pentingnya menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dari kehidupan di kampus adalah mempersiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan globalisasi dan agar generasi mendatang tidak ketergantungan dalam mencari pekerjaan melainkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri guna membantu pemerintah meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengatasi masalah pengangguran di negara kita. 

Jumat, 21 Juni 2013

Beasiswa DataPrint


Jaman sekarang susah dapat beasiswa? Prosedurnya bertele-tele?
Ada beasiswa yang mudah! Beasiswa dari DataPrint ini menyediakan beasiswa untuk ratusan pelajar dan mahasiswa. Jadi buat kamu yang masih pelajar, mahasiswa baru atau mahasiswa lama buruan daftar beasiswa DataPrint !!

Caranya cukup membuat Essay sesuai tema yang ditentukan, isi formulir pendaftarannya secara online, dan jangan lupa kamu juga harus punya kode kupon yang didapat dari bagian belakang kupon dalam produk DataPrint.

Beasiswa ini terdiri dari 2 periode :
- Periode pertama : 1 Februari - 30 Juni 2013
- Periode kedua    : 1 Juli - 31 Desember 2013 


Ayo! Tunggu apalagi segera buat Essay kamu dan dapatkan beasiswa dari DataPrint untuk menunjang belajar kamu!!
Untuk informasi lebih lengkapnya kamu bisa kunjungi link www.dataprint.co.id dan mengenai pendaftaran beasiswa kunjungi link www.beasiswadataprint.com . Ada 2 periode dan masih ada waktu untuk daftar! 

Ayo berprestasi dan bergabung bersama DataPrint !!

Minggu, 03 Maret 2013

Buat Anak Kok Coba-Coba ?



Kali ini lagi pengen bahas tentang anak. Tapi bukan tentang cara bikin anak, ya meskipun itu gak kalah seru sih yaaa emmmm. Oke fokus.

Anak itu apa sih? Anak adalah hasil dari pergaulan dua sejoli yang sukses. Ah terlalu awam.
Anak adalah hasil akhir dari bertemunya sel sperma dan ovum yang terbentuk dari zygot hingga janin selama 9 bulan 10 hari lalu keluar melalui sebuah bejana. Ah terlalu biologi.
Jadi, anak itu?

Menurut Konvensi Hak Anak, anak adalah seseorang yang berusia di bawah 18 tahun kecuali ditentukan telah mencapai dewasa lebih awal.
Menurut UU No 4 tahun 1979 tentang  kesejahteraan anak pasal 1 butir (1), anak adalah seseorang yang belum mencapai  21 tahun dan belum pernah kawin.
Menurut KUHPerdata pasal 330 yang belum dewasa adalah mereka yang belum genap berusia 21 tahun dan belum pernah kawin.

Yap kira-kira itu beberapa pengertian anak menurut perundang-undangan negara kita, ketika lo belom 21 tahun dan belom pernah kawin, bisa disebut masih anak-anak, tapi ya gak usah sok imut ye. Kalo misalnya belom 21 tahun tapi udah kawin? Lo bukan anak, meskipun usia belom 21 tahun tapi ketika lo udah kawin atau nikah, udah dianggap dapat bertanggung jawab ya karna nikah aja udah mampu, berarti mampu juga bertanggung jawab di depan hukum.

Oke cukup pengertian tentang anak, yang mau gue bahas di sini adalah tentang mirisnya nasib anak di negara kita. Kok miris? Pertanyaan retoris sih itu. Cuman biar keliatan bijak, gue jawab ya, perlindungan anak di negara kita masih kurang dan pihak yang wajib melindungi malah terkadang mencelakakan.

Pernah denger kasus tentang anak? Setiap hari mungkin. Ada yang jadi korban KDRT, ada yang jadi korban masalah ekonomi orang tuanya yang akhirnya dibunuh saking stressnya, ada yang jadi korban birahi orang dewasa bahkan orang tuanya sendiri, ada yang jadi korban perdagangan anak, ada yang jadi korban pemerkosaan dan penyodoman, ada yang jadi korban pelacuran, what’s more? Masih banyak lagi. Lihat siapa pelakunya? Mereka yang harusnya memberi perlindungan pada anak.

Beberapa kasus justru sangat miris, ada seorang ibu yang membunuh anak lelakinya yang umurnya baru 8 tahun gara-gara alat vitalnya kecil. Oh men. Bu, kenapa harus dibunuh? Kenapa gak dibawa ke mak erot atau on clinic atau siapa tau nanti jadi gede seiring waktu, kan masih 8 tahun, bu. Salah satu pihak yang diharapkan menjadi pelindung anak, ya seorang ibu. Baca berita selengkapnya klik di sini ya!.

Kasus lain baru-baru ini adalah oknum polisi ya polisi ya yang fungsinya mengayomi masyarakat malah jadi menyodomi bocah. Polisi ini punya partner sodom karena bukan cuman dia, tetapi kuli bangunan juga ikut menyodomi si anak berumur 5 tahun ini. Mereka diduga mempunyai disorientasi seksual. Dear man, kalo lo emang mau begitu, cari deh orang dewasa yang sudah siap physicly and mentally buat melakukan hubungan seksual. Anak 5 tahun yang harusnya bisa berkembang dan tumbuh dengan normal harus menanggung sakit fisik dan mental serta trauma sepanjang hidupnya karena birahi oknum tak bertanggung jawab. Nih berita selengkapya, just click! 

Selain kasus ini, ada juga kasus di Solo, Jawa Tengah yaitu kasus di mana 2 orang anak kakak-beradik mencuri kotak amal di masjid lalu tertangkap, ketika diperiksa dan ditanya oleh polisi mereka hanya diam ketakutan dan tak mau mengaku. Karena kesal polisi lalu memukul anak-anak itu agar mengaku namun terlalu keras dan berakibat 2 anak itu tewas. Takut ketahuan, sang polisi pun menggantung 2 anak tersebut agar terkesan mereka bunuh diri. Sungguh miris melihat kelakuan beberapa oknum polisi yang menjalankan fungsi tugasnya terbalik dari tujuan.

Jadi harus bagaimana kita menyikapi masalah anak yang kian lama kian menakutkan di negara kita ini? Ketakutan dan keselamatan anak harusnya menjadi prioritas yang perlu diperhatikan orang dewasa yang secara fisik, mental, dan pikiran lebih di atas anak-anak, bukan malah orang dewasa yang menjadi momok yang menakutkan untuk anak-anak. Rasanya peningkatan perlindungan dan pemberian kesejahteraan untuk anak perlu diperhatikan. Bukan maksud membandingkan tapi memang rasanya kita perlu belajar dari negara lain dalam memperhatikan kesejahteraan anak-anak. Di California dan di banyak negara lainnya, anak-anak mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah tinggi diberi snack dan makanan bergizi di pagi hari, siang, dan sore di mana semua itu gratis dan dibiayai negara. Bahkan di Inggris tiap anak diberi 100 poundsterling per bulan untuk kesejahteraannya bila orang tuanya tidak bekerja atau tidak mampu. Kita pun mampu memberi kesejahteraan seperti itu, bisa dimulai dengan penyaluran 20% anggaran APBN untuk pendidikan diawasi dan dipastikan semua tersalurkan dengan baik, peningkatan anggaran beasiswa dan mungkin sekolah gratis hingga SMA. 

Lalu bagaimana dengan perlindungan anak? Sudah cukupkah adanya KOMNAS anak? Sepertinya belum. Karena pada kenyataannya anak dibawa ke KOMNAS anak setelah mereka menjadi korban, yang artinya telah terjadi pelanggaran hak anak. Harusnya sih dicegah, selain dengan cara peningkatan keejahteraan tiap kepala keluarga, peningkatan tingkat kereligiusan dalam keluarga, peningkatan kesadaran akan hak anak juga perlu dalam hal ini. Jadi, gak gampang kan jadi anak? Lebih gak gampang lagi melindungi anak, but we must. Kita semua pernah menjadi anak-anak, dan bayangkan betapa sedihnya kita jika hal-hal menakutkan itu menimpa kita sewaktu anak-anak, atau menimpa anak-anak kita (kelak), atau keluarga kita yg masih anak-anak, maka jangan anggap remeh masalah perlindungan anak di negara kita ini.

Btw, kalo mau tau apa aja sih hak-hak anak, bisa searching aja di google :
- Konvensi Hak Anak PBB 1959
- UU No 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak
- UU No 3 Tahun 1997 tentang Peradilan Anak
- UU No 11 Tahun 2012 tentang Peradilan Anak (yang baru)
- UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
- Beijing Rules




Sabtu, 19 Januari 2013

is it important being independent?


Di postingan kali ini gue awali dengan sebuah ocehan teman yg gue inget waktu kita lagi berbincang-bincang-berkualitas. Yea, gosip maksudnya dan bully orang kalo sempet.

"Jadi cewek itu serba salah ya.."

Seorang teman lelaki berkata seperti itu. Iye, emang serba salah. Kalo baik dibilang ngasih harapan kalo jutek dibilang sok jual mahal. Bukan sih, bukan itu maksudnya. Maksud serba salah di sini adalah ketika seorang wanita ingin lebih berprestasi. Kenapa kok serba salah? Iya karena dulu wanita itu ya di dapur, urus rumah tangga dan pendidikannya kurang diutamakan, yang penting laku trus kawin deh enak. Kalo sekarang? Setelah emansipasi, beda cerita.

Kalo ditanya kayak gimana si diri lo? Gue bisa jawab dengan pede kalo gue termasuk tipe independent. Iye, gue mandi sendiri, makan sendiri, bobok juga sendiri. Selain itu hal lain dari diri gue adalah gue tipe orang yg ahli menyemangati diri sendiri. Gue sadar akan hal itu ketika keadaan ekstrem dimana gue bener-bener ngerasa sebuah semangat dari orang yg gue pengen bakal menguatkan gue dan ketika semangat itu tidak akan pernah ada buat gue, it's not a big deal for me. Yak, disitulah gue sadar, sepengen-pengennya gue disemangatin sama orang, gue lebih bergantung pada semangat diri gue sendiri. Gue gak pernah peduli mau disemangatin atau enggak, tapi kalo disemangatin gue akan sangat menghargai itu. Gue juga tipe orang yg memisahkan urusan perasaan dan urusan masa depan. Gue lumayan sering patah hati (dulu) tapi hal itu gak pernah ngaruh sama nilai-nilai gue dan semangat belajar gue. Menurut gue urusan masa depan itu prioritas daripada hal-absurd-seperti-perasaan. Dulu nyokap gue pernah nyeletuk bercanda ke gue "pantesan kamu gak peka dan gak berperasaan, ternyata ada gangguan di otak sebelah kanan.." ya mungkin bener juga itu becandaan. 

Ada yg ngerasa sama ama gue? Alamin hal yg sama?

Gue tipe orang yg selama gue bisa dan ada kesempatan, ya kenapa harus pura-pura gak bisa. Sekedar share aja sih. Gue berjuang buat masa depan gue, dalam hal ini maksud gue masih dalam taraf mencetak nilai sebaik yg gue bisa. Ketika hal itu berhasil dan memuaskan, pada kenyataannya adalah pencapaian yg gue dapet melebihi lelaki yg saat itu mendampingi gue. Di satu sisi gue gak pernah permasalahin itu, gue gak pernah merendahkan atau meremehkan ya karena dia punya kelebihannya sendiri dan menurut gue pantas dibanggakan. Tapi di sisi lain, teman-temannya bilang sebagai cewek gue terlalu jauh melebihinya, dia minder. SERBA SALAH KAN YA.

Di sini emosi gue berperan. Ini masalah masa depan bung, jika saya bisa mencapainya mengapa saya harus mundur demi anda? Ya, gue masih sangat muda. Dimana letak masalahnya ketika gue bahkan gak sama sekali membahas tentang ini, gue menghormatinya apapun bakatnya. Ya, emang sih it's all about men's pride. Tapi kalo dia minder, kenapa bukan dia aja yg berusaha lebih keras untuk berprestasi? Ya, logika gue gak bisa nerima disalahkan begitu saja dalam hal ini. Ada yg pernah ngerasa gini juga? Terus gimana? Pisah? Iye, emang pisah akhirnya.

Temen gue pernah bilang kalo jadi cewek itu kasihan, mau berkarier tinggi-tinggi juga harus inget urus rumah tangga, kalo prestasi atau penghasilannya ntar ngelebihin pasangannya juga serba salah, pokoknya kasihan. Terus gue mulai mikir, bisa gak ya kelak gue dapetin suami yg demokratis, santai, enjoy dan gak mempermasalahkan kalo gue berkarier? Sukur-sukur dia lebih segalanya dari gue. Atau malah gue yg harus kontrol dan membatasi diri biar gak ketinggian macem agnes monica gitu?

Gue bukan bicara sebagai aktivis gender di sini, bukan juga mau sok-sokan emansipasi. Tapi emang gue sebagai kaum wanita dilema juga, dan sebagai cewek yg (agak) independent, gak semudah itu nyerah buat cuman jadi ibu rumah tangga. Lalu pikiran gue pun berkelana kemana-mana. Bagaimana dengan mertua nanti? (korban sinetron sih). Bayangan sosok mertua yg menginginkan anak lelaki kesayangannya diurus full oleh istrinya sebagai full ibu rumah tangga makin membuat gue mikir-mikir buat nikah cepet. Jadi, kurang susah apa coba jadi perempuan? You boys, better treat us well ! Udahan dulu curhatnya.